PENALARAN

Posted: March 29, 2013 in Uncategorized

Berdasarkan Buku Gorys Keraf “Argumentasi dan Narasi”, Penalaran (proposisi, reasoning, jalan pikiran) adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang diketahui menuju suatu kesimpulan.

  • Proposisi

Penalaran bukan saja dengan mempergunakan fakta-fakta yang telah dirumuskan dalam kalimat-kalimat yang berbentuk pendapat dan kesimpulan. Kalimat-kalimat semacam ini, dalam hubungannya dengan proses berpikir disebut dengan proposisi. Batas dari proposisi adalah sebuah pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang tetrdapat di dalamnya.

  • Inferensi dan Implikasi

Untuk membuktikan kebenaran yang terkandung dalam sebuah kesimpulan, harus diuji fakta-fakta yang dijadikan landasan untuk menyusun kesimpulan itu. Kata inferensi berasal dari kata Latin inferred yang berarti menarik kesimpulan. Kata implikasi juga berasal dari bahasa Latin, yang berarti melibat atau merangkum. Kata inferensi aadalah kesimpulan yang diturunkan dari apa yang ada atau dari fakta-fakta yang ada. Sedangkan implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu yang dianggap karena sudah dirangkum dalam fakta atau efidensi itu sendiri.

  • Wujud Evidensi

Evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membukikan suatu kebenaran fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur adukkan dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan dan penegasan.

Wujud paling rendah dari evidensi adalah data atau informasi. Data atau informasi adalah bahan keterangan ang diperoleh dari suatu sumber tertentu. Setiap penulis atau pembicara harus mengadakan pengujian atas data dan informasi tersebut, apakah berdasarkan fakta. Fakta adalah sesuatu yang sungguh terjadi atau yang ada secara nyata.

  •  Cara Menguji Data

–      Observasi :  fakta-fakta yang telah diajukan sebagai evidensi mngkin belum memuaskan seorang penulis. Maka untuk lebih meyakinkan dirinya sendiri maka terkadang pengarang merasa perlu utnuk mengadakan peninjauan atau observasi singkat untuk mngecek data atau informasi dan sesungguhnya dalam banyak hal pernyataan yang diberikan seseorang biasanya didasarkan pula atas observasi yang diadakan.

–    Kesaksian: selain observasi, penulis juga melakukan pengujia dan meminta kesaksian atau keterangan dari oran lain, yang telah mengalami sendiri atau menyelidiki sendiri persoalan itu.

–         Autoritas: meminta pendapat dari seorang ahli atau mereka yang telah menyelidiki fakta-fakta itu dengan cermat, memperhatikan semua kesaksian,, menilai semua fakta kemudian memberikn pendapat mereka sesuai dengan keahlian mereka dalam bidang itu.

  • Cara Menguji Fakta

–       Konsitensi: sebuah arumentasi akan kuat dan mempunyai tenaga persuasive yang tinggi kalau evidensi-evidensinya bersifat konsisten, tidak ada yang saling bertentangan atau melemahkan evidensi lainnya.

–         Koherensi: semua fakta yang akan dipergunakan sebagai evidensi harus pula koheren dengan pengalaman manusia atau sesuai dengan pandangan atau sikap yang berlaku.

  • Cara Menilai Autoritas

– Tidak mengandung prasangka.

– Pengalaman dan Pendidikan Autoritas.

– Kemashuran atau Prestige.

– Koherensi dengan kemajuan.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Gorys Keraf. 1985. Argumentasi dan Narasi. Gramedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s