MENGHITUNG CARA PENDAPATAN

Posted: April 30, 2012 in Uncategorized
  1. Definisi

Pendapatan adalah sesuatu yang sangat penting dalam setiap perusahaan.Tanpa ada pendapatan mustahil akan didapat penghasilan atau earnings.Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa dikenal atau disebut penjualan, penghasilan jasa (fees) bunga, dividen,royalti dan sewa.

 

Berdasarkan metode pendekatan pendapatan, besarnya pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan dalam menghasilkan barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara selama satu tahun. Pendapatan dari faktor produksi meliputi upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan laba. Dalam penghitungan pendapatan nasional yang sebenarnya, penggolongan pendapatan faktor-faktor produksi seperti yang dinyatakan di atas. Dengan perkataan lain, pendapatan nasional tidak ditentukan dengan menghitung dan menjumlahkan seluruh gaji dan upah, sewa, bunga, dan keuntungan yang diterima oleh seluruh faktor-faktor produksi dalam satu tahun tertentu. Hal ini dikarenakan dalam perekonomian terdapat banyak kegiatan di mana pendapatannya merupakan gabungan dari gaji atau upah, sewa bunga, dan keuntungan.

Contoh dari bentuk pendapatan yang demikian adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan-perusahaan perorangan.Untuk suatu perusahaan perorangan (misalnya restoran yang dikelola anggota keluarga) yang dimaksud keuntungan usaha adalah gabungan dari gaji, upah, bunga, sewa, dan keuntungan yang sebenarnya dari usaha yang dilakukan oleh keluarga. Oleh karenanya, penghitungan pendapatan nasional dengan cara pendapatan pada umumnya menggolongkan pendapatan yang diterima faktor-faktor produksi sebagai berikut:

1) pendapatan para pekerja, yaitu gaji dan upah;

2) pendapatan dari usaha perorangan;

3) pendapatan dari sewa;

4) bunga netto; dan

5) keuntungan perusahaan.

Berikut ini persamaan untuk menghitung pendapatan nasional:

 

Y = r + w + i + p

 

Keterangan:

Y : Yearly income (pendapatan nasional)

r : rent (sewa), yaitu balas jasa atas faktor produksi tanah

w : wages (upah), yaitu balas jasa atas faktor produksi tenaga kerja

i : interest (bunga) yaitu balas jasa atas faktor produksi modal

p : profit (laba) yaitu balas jasa atas faktor produksi skill

        2. Contoh

Perhitungan pendapatan keseimbangan 2 sektor terdiri dari variabel konsumsi (C) dan investasi(I).

Y = C + I

è (C = a + by)

 

Y = (a + by) + I

Y = a + by + I

Y – by = a + I

(1 – b)Y = a + I

Y = a + I

       1 – b

 

Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan 2 sektor adalah sebagai berikut.

 

Jawab:

Y = a + I

       1 – b

            = 20 + 10

                 1– 0,75

            =  30

                0,25

 

= 120 milyar rupiah

 

Sumber  :

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=contoh%20rumus%20penghitungan%20pendapatan&source=web&cd=8&ved=0CE8QFjAH&url=http%3A%2F%2Felearning.upnjatim.ac.id%2Fcourses%2FTEORIEKONOMI%2Fdocument%2FBAB_IX.doc%3FcidReq%3DTEORIEKONOMI&ei=Nv6dT6ieAYKzrAeB0NBZ&usg=AFQjCNEaYWYwzqReiEq5DYWmnFu702CwBA&cad=rja

http://texbuk.blogspot.com/2011/08/menghitung-nilai-barang-dan-jasa-dengan.html#ixzz1tUG4qqAv

http://ml.scribd.com/doc/11320767/Definisi-Pendapatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s